JULI ARNIWITA

Berasal dari Sungai Penuh,Jambi.Mengajar di PAUD Terpadu Islam Amanah/ Mengelola Yayasan Amanah Ummat di Kota Sungai Penuh. Assesor BAN PAUD dan PNF Provinsi Ja...

Selengkapnya
Navigasi Web
Bincang Bocah (201)

Bincang Bocah (201)

Gurusiana 365

Iqbal dan Ihsan berada di lokasi pemotongan hewan kurban. Mereka sudah tidak sabar ingin menyaksikan peristiwa yang satu sisi membuat rasa ingin tahunya muncul dan satu sisi seolah memacu adrenalin mereka. Maklum peristiwa pemotongan hewan kurban ini masih menyisakan rasa takut dan trauma pada diri Iqbal. Setahun yang lalu Iqbal menyimpan trauma yang dalam, dia menyaksikan sapi kurban yang tiba-tiba menyeruduk dan lari pontang-panting.

Setahun telah berlalu, sejak dia sekolah di PAUD, Iqbal mendapat bimbingan dari Bunda Faiha. Bunda Faiha banyak mengajarkannya tentang rasa takut. Rasa takut itu hanya kepada Allah dan kita tidak boleh takut kepada makhluk selainnya. Nasehat Bunda Faiha seolah terekam indah dalam memorinya. Seiring berjalannya waktu Iqbal jadi anak pemberani.

Iqbal dan Ihsan sudah tidak sabar lagi. Iqbal ingin menyaksikan sapi kurban kakeknya sementara Ihsan ingin menyaksikan sapi kurban ayahnya. Terjadi dialog antar keduanya,

"Asyik, sapi kurban kakekku sudah hadir."

"Mana sapi kurban kakekmu?"

"Itu, sambil menunjuk sapi yang nomor 1."

Sapi ayahmu mana San?"

"Iya ya, kok nggak kelihatan," jawab Ihsan sambil kepalanya melihat kiri kanan."

"Aku tahu kenapa sapi ayahku terlambat hadir."

"Karena corona."

"Memang kenapa corona?"

"Sapi ayahku bobok màlamnya kemalaman, terus bangunnya juga kesiangan, jadi dia sarapan dulu, terus rapit tes dulu sebelum ke lokasi ini", jawab Ihsan dengan polosnya. Soalnya Bu Faiha cerita sama mama aku, sebelum dia masuk ke ruang IGD, dia dirapit tes dulu."

"Gitu ya?" tanya Iqbal.

"Ya iyalah... jawab Ihsan dengan polosnya".

Igbal jadi melongo, pikirnya dalam hati, itukan manusia.

"Inikan hewan San."

"Aku tahu....maksud aku seandainya sapi kurban ayah aku itu manusia."

"O!...Ican...Ican..." gumam Iqbal dalam hati . Tak berapa lama sapi kurban ayah Ihsan datang dan mereka bersiap-siap untuk menyaksikan acara pemotongan yang sebentar lagi akan di mulai.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

search

New Post